Sekolah yang Mendidik Hati

On Senin, 31 Desember 2018 0 komentar

Penulis: Ustadz Adriano Rusfi

Di sekolah itu, hadir dan berkumpul siapapun yang punya hati. Murid-muridnya tak pernah diseleksi, karena yang diseleksi adalah para ayahbunda mereka : ayahbunda yang peduli pada pendidikan buah hatinya. Mereka “hanya” punya alam. Yang dibutuhkan adalah hati. Alam hanya bisa dinikmati dengan hati. Alam berdialog kepada hati.

Alam itu feminin. Ia berbicara setiap hari pada manusia dalam bahasa hati, karena hanya bahasa itulah yang telah Allah ajarkan kepada alam untuk berbicara pada manusia (QS Al-Zalzalah : 4-5). Jika kita tak kunjung mengerti cerita alam, mungkin karena kita telah terlalu lama berlogika.

Lalu mengapa harus hati?

Kesadaran itu bermula dari hati. Sedangkan niat adalah produk dari hati, lalu ia perintahkan otak untuk menggerakkan tubuh. Mungkin kita telah lama lupa. Kesadaran bukan lahir dari pikiran. Niat tidak lahir dari otak. Otak hanya melahirkan ide, bukan gairah. Pikiran hanya melahirkan konsep, bukan niat. Logika hanya melahirkan metode, bukan kesadaran. Padahal, amal adalah buah dari gairah, kesadaran dan niat. Sementara ide, konsep dan metode hanyalah perangkat-perangkat untuk beramal. Di sekolah itu sepenuhnya disadari bahwa keshalehan lahir dari hati yang membuahkan gairah, niat dan kesadaran, sedangkan otak, logika dan argumentasi hanyalah instrumen keshalehan.

Para guru di sekolah itu boleh jadi bukan orang-orang sangat cerdas, tetapi kumpulan orang-orang yang punya hati, cinta, ketulusan dan keikhlasan. Mereka sadar, intelektualitas bisa dibentuk dengan ilmu, profesionalitas bisa dibentuk dengan kompetensi, namun spiritualitas hanya bisa ditularkan oleh cinta dan ketulusan. Di sekolah itu tak akan banyak disaksikan debat argumentatif, tetapi kaya dengan kisah-kisah menyentuh. Di sekolah itu tak akan banyak terdengar alasan-alasan “mengapa begini dan begitu ?” Yang ada adalah peran-peran yang dimainkan dan dihayati. Di sekolah itu, senyum dan airmata lebih banyak berbicara daripada logika dan kata-kata, karena senyum dan airmata mampu melembutkan jiwa.

Saatnya anak-anak kita hidup di sekolah seperti itu, jika yang kita inginkan adalah pembentukan generasi bertaqwa. Karena taqwa itu ada di dalam dada (AlHadits).

Anak-anak di sekolah itu memang sering kalah dalam lomba cepat tepat, sering kalah dalam olimpiade sains, sering kalah dalam berbagai macam kompetisi.

Tetapi, anak-anak sekolah itu sangat hebat dalam lomba merancang dan mendesain serta mengimplementasikan proyek bersama. Lihatlah bagaimana mereka menyiapkan Sale Day, Market Day dan Bazaar di sekolah. Lihatlah bagaimana mereka menyiapkan penelitian untuk Science Fair di sekolah. Lihatlah bagaimana mereka berkolaborasi dengan teman-teman dan fasilitator menyiapkan karya pustaka bersama untuk Pekan Literasi. Mereka hebat dalam karya, bukan sekadar nilai angka dalam raport semata.

Anak-anak di sekolah itu tidak perlu belajar serius hanya untuk mengejar nilai akademik. Yang dibutuhkan dan diajarkan adalah tentang curiosity atau rasa ingin tahu, tentang tradisi belajar dengan logika berpikir ilmiah sehingga tanpa sadar membawanya pada fast learning dan high order of thinking.

Sebelum belajar, mereka berdoa bersama, melantunkan ayat-ayat suci dari kitab suci, bahkan menunaikan ibadah pagi.

Lalu mereka belajar dan bermain dengan kambing, belajar dan bermain dengan kelinci, belajar dan bermain dengan ayam di kandang, belajar dan bermain dengan ikan di kolam.

Mereka tampak bahagia menyusuri jejak jalanan setapak sambil menghirup udara pagi yang segar serta menikmati indahnya alam serta flora dan fauna ciptaan Sang Maha Pencipta, mencari harta karun barang bekas, memanjat atap sekolah, memancing ikan, mengerjakan tugas di pinggir danau atau di dahan pepohonan, melatih keberanian dan kepercayaan diri dengan meniti two-line bridge atau bamboo bridge bahkan meluncur dengan flying fox.

Mereka belajar tidak dengan buku tulis dan bukan hanya dengan buku cetak. Mereka juga berselancar di internet dan perpustakaan.

Mereka kerap menggunakan kertas setengah pakai dari perpustakaan serta terlibat diskusi yang mengasyikkan.

Mereka tampak bahagia walaupun ada yang menghina kelas mereka sama sederhananya dengan “kandang kambing”. Mereka bisa merasakan langsung hembusan angin dan menyaksikan dahan dan daun pepohonan melambai-lambai tertiup angin.

Tas sekolah mereka besar-besar. Isinya bukan buku, tetapi baju ayah untuk berkebun, jas hujan, baju ganti, termos minuman dan kotak makanan, serta sepatu boots.

Mereka berlibur tidak dengan bis mewah dan menginap di hotel mewah. Mereka berlibur dengan menjelajahi hutan, mengenali tanaman dan tumbuhan yang bisa dimakan, mempraktikkan memasak bersama di hutan dengan bahan-bahan alam yang ada di sekitar hutan (jungle cooking).

Mereka berlibur dengan menyusuri pantai, mendatangi mercu suar, menyelam di sekitar pantai (snorkeling), dan menangkap ikan untuk disantap sebagai ikan bakar. Lihatlah wajah bahagia mereka saat merasakan pengalaman ekspedisi ke kawasan konservasi, mencari jejak badak, biawak, ular, babi hutan dan fauna dilindungi lainnya. Lihatlah mata mereka yang berbinar saat menyusuri sungai dengan berkano diiringi kicauan burung serta suara kodok dan jangkrik serta alunan lagu hutan para satwa. Lihatlah ekspresi wajah mereka saat kaki mereka ditempeli lintah dengan baju basah saat menginap di hutan dan tidur di dalam tenda.

Mereka berlibur dengan mendaki bukit dan gunung, menyusuri jejak para petualang di pegunungan, menikmati udara dan angin di ketinggian pegunungan, menikmati waktu dan merenungi langkah-langkah yang dituju, memercikkan air danau dan mensyukuri kesegarannya anugerah Sang Pencipta.

Mereka berlibur dengan tinggal bersama penduduk di kawasan dengan pesona kesederhanaan dalam kehidupannya. Mereka dengan wajah ceria turun ke sawah, memandikan kambing, memerah sapi, menebarkan pakan ayam dan bebek, meniti jembatan kayu sempit agar lebih dekat dengan ikan saat menebar pakan ikan, menyimpan sepatu dan meniti pematang mengangkut hasil bumi, menikmati hiruk pikuk pasar tradisional sambil membantu menjualkan hasil bumi. Pesona kesederhahaan ini membuat mereka merasakan lebih dekat dengan Sang Sumber Kehidupan Yang Maha Menghidupi. Menguatkan keyakinan bahwa sebagai manusia selalu dicurahi Kasih dan Sayang-Nya tak terhingga.

Wahai AyahBunda,

Anak-anak itu bahagia. Jika AyahBunda justru “miris” dengan segudang pengalaman mereka, cobalah buka hati dan pikiran lebih lebar, bukan hanya mudah buka dompet untuk mereka. InsyaAllah, dari mereka inilah, akan lahir pemimpin yang tidak elitis, yang sejak kecil terbiasa menghargai alam, menghargai sekolahnya bukan karena kemewahan gedungnya dan bukan karena licinnya seragam, tetapi pesona kebersamaan dan pesona miniatur kehidupannya. Memuliakan teman-teman sesama karena kebaikan akhlaknya bukan karena rankingnya. Mereka terbiasa mencintai sekolahnya, bahkan hingga sampai suatu masa kemudian, bersama teman-temannya, mengenang masa-masa indah di sekolah kehidupan yang membuat mereka merasa “benar-benar diterima” sebagai manusia seutuhnya.

###############

#sekolah alam indonesia studio alam

#copas

@ozora^^
Read more ...»

Amarah berpengaruh terhadap Sikecil

On 0 komentar

Buat pelajaran ke diri sendiri

#copas
Pernah nonton berita islami masa kini, yg di pandu zaskia adiya mecca sama ustad danu (klo nggak salah ngebahas masalah anak), jadi zaskia blg bahwa saya sudah punya anak 3 nih pak ustad, tp kok saya merasa anak2 sering banget sakit, yaa batuk pilek, demam, alergi dan suka sesak... Kata orang2, mungkin harus ganti nama takut namanya terlalu berat, gmna itu pak ustad"? ustad danu menjawab "anak sakit bukan krn keberatan nama, asal namanya punya arti yg baik tdk perlu diganti, sebenrnya anak yg sakit itu adalah sentilan dr ALLAH SWT "anaknya sakit apa mb zaskia?" zaskia menjawab "batuk pilek pak ustad" kemudian pak ustad menjelaskan... Coba koreksi mb... Saya mau tanya, kira2 dirumah antara mas hanung dan mb zaskia siapa yg suka marah2?? Zaskia menjawab "iya, kayaknya sih saya pak ustad 😁" ustad kembali menjelaskan... Nah, itulah mbak.. Kenapa anak batuk? Itu karena istri suka bicara kasar dan pakai nada yg tinggi sm suami, Allah SWT menegur kalian lewat sakitnya anak.. Kemudian, kalau anak alergi? Saya tanya, siapa diantara kalian kalau dikasih masukan selalu nolak, nggak terima dikasih tau?" "hmmm... Saya lagi nih kayaknya pak ustad..." 😁 kemudian ustad danu kembali bertanya "lalu sakit apalagi nih mb zaskia mecca anaknya? Zaskia menjawab "sesak" ustad danu bertanya :" siapa diantara mb zaskia dan mas hanung yg klo marah suka di tahan, suka ngambek dan diam?" zaskia dgn cpt menjawab "aku" 😁 ustad danu kembali memberi penjelsan, "membawa anak sakit ke dokter, membawa anak ke Rumah Sakit tdk salah, ini karena faktor kebiasaan. Anak dikasih obat sembuh, besoknya sakit lg, dbwa lagi ke dokter jangan sampai ujung2nya kita meNuhankan Dokter, nau'dzubillahumindzaliq...
Kesimpulannya: Allah SWT menegor kita orangtua lewat anak, karena ketika anak sakit orangtua akan merasa hancur bathinnya agar orangtua mampu evaluasi diri... "Salahnya dimna? Kenapa? Bagaimana harus berubah? Agar orangtua sadar diri, dan segera saling memaafkan diiringi perubahan ahlak untuk lebih baik. Suami dan istri harus damai, sehingga pertumbuhan anak2 jg baik, orangtua menjadi tauladan bagi anak2nya.
Memang betul apa yg dijelaskan pak ustad, saya jg merasa begitu.. Jadi, kalau saya sedang memendam amarah terhadap suami saya, sebegitu kesalnya saya sampai2 setiap detiknya saya tidak tenang, dada bergemuruh emosi.. Anak saya rewel, saya ajak tidur sambil menyusuipun diaa masih rewel.. Serba salah, nangis trs.. Saya sadar, karena anak saya sedang bersentuhan kulitnya dgn ibunya yg sedang memendam amarah... Beda dgn kalau saya mengikhlaskan amarah, dengan perasaan lembut dan belaian sayang, hati yg tenang anak saya cepat sekali tidurnya.. Tanpa nangis, tanpa teriak2...
Semoga kita pasangan suami istri bisa sadar, dan semoga yg menjadi suami membaca.. Kadang tidak semua permasalahan ada dr istri, dan perlu di ketahui.. Tidak ada anak adalag ujian, belum punya anak adalah ujian, dikasih anak itupun ujian... Jangan sampai kita menyalahlan anak atas kesalahannya, yg salah adalah KITA orangtuanya.. Kitalah yg melahirkan, kita yg membesarkan, kita yg mendidik, jd saat anak melakukan kesalahan kita evaluasi... Apakah kita sudah mendidik anak kita dengan benar atau belum? ? ?
#evaluasi
#perbaikidiri


 Apabila info ini bermanfaat silahkan dishare teman-teman ..


@ozora^^
Read more ...»

Pikiran adalah Kebun

On Minggu, 30 Desember 2018 0 komentar

Sejenak Malam

MENATA PIKIRAN

Sebentar lagi kita akan meninggalkan 2018, waktunya menata PIKIRAN kita.
Menabur Dalam PIKIRAN Akan Menuai TINDAKAN,

TINDAKAN Akan Melahirkan KEBIASAAN.

KEBIASAAN Akan Membuahkan KARAKTER.

PIKIRAN Kita Seperti Tanah, Tanah tidak Pernah Peduli Terhadap Jenis Benih Apa yang Hendak Kita Tanam.

Jika Kita Menabur Benih Jagung, Tanah Akan Meresponnya, Lalu Menumbuhkan Jagung.

Apapun yang Kita Tanamkan dalam PIKIRAN,  PIKIRAN Kita akan segera Menerima, Merespon &  Menumbuhkannya.

Sadar Atau Tidak, Sering Kali Kita Memperkatakan Hal-hal Buruk tentang Diri Kita Sendiri, Misalnya:
πŸ”ΉHidupku Penuh Masalah,
πŸ”ΉAku Tidak Akan Berhasil,
πŸ”ΉSakitku Tidak Akan Sembuh
πŸ”ΉMasa Depanku Suram, πŸ”ΉHidupku Cape Dech dll

Hal-hal Negatif yang Kita Ucapkan Itu Akan Direspons Oleh PIKIRAN Kita dalam Bentuk Sikap & Tindakan, yang Pada Gilirannya Akan Menghasilkan Sesuatu yang Sama Seperti yang Kita Tanamkan dalam PIKIRAN Kita.

Oleh Sebab Itu, TANAMKAN Hal yang POSITIF di Benak Kita, Maka Kita Akan Menjadi Luar Biasa.
Dan Pelihara yang BAIK & BENAR.

PIKIRAN POSITIF YANG HARUS DENGAN KEARIFAN BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BAIK & BENAR.

Mari BIASAKAN untuk selalu Berpikir:
πŸ”ΈSaya Sangat Beruntung.
πŸ”ΈHidupku Penuh Berkah.
πŸ”ΈSaya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
πŸ”ΈMasa Depanku PASTI Cerah !
πŸ”ΈHari Ini Saya PASTI Penuh Semangat !
πŸ”ΈSaya Sangat Bersyukur Pada Allah atas Apa Yg Saya Miliki Saat ini.
πŸ”ΈSaya akan Berjuang & Berjuang Terus !
πŸ”ΈAllah PASTI Buka Jalan !

Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa  mengelola pikiran kita, maka hidup Kita akan BAHAGIA.

Manage pikiran dengan baik. Hiduplah dengan ketenangan agar kita mampu mengelola Pikiran kita.

HATI yang baik itu seperti KEBUN,
PIKIRAN yang baik itu AKAR NYA,
PERKATAAN yang baik itu Bunganya.
PERBUATAN yang baik itu BUAHNYA.

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk.

Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.

Semoga kita bisa memperbaiki mindset kita.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita sesuai perintah Allah dan menjauhi laranganNya, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

😊❤πŸ‘
Read more ...»

Dia

On Minggu, 23 Desember 2018 0 komentar

Seringkali yang dikejar-kejar menjauh, yang tidak sengaja mendekat. Yang seakan sudah pasti menjadi ragu, awalnya di ragukan menjadi pasti. Yang selalu di impikan, tidak berujung kepastian, pun tidak pernah di fikirkan, bersanding di pelaminan.

Karena sekuat apapun kamu menggenggam, yang harus pergi akan pergi. Sesering apapun kamu menolak, yang harus datang akan datang.

Itulah dia, yang namanya tertulis di Lauful Mahfudz.

Karena, semua sudah tertulis dengan rapih di Lauful Mahfudz
.
.
Kepercayaan anak muda sekarang : "yang penting pacaran dulu, saling kenal dulu, kalau jodoh tidak jodoh urusan belakangan yang penting sudah berusaha he he"

Lupakan jika banyak yang bertahun-tahun bersama namun akhirnya berujung luka?
.
Tidak malu terang-terangan bermaksiat di hadapan Allah?
.
Semua aktivitas pacaran itu dosa lhoo .. πŸ˜‰
.
.
Memang siapa yang kasih garansi pacar kamu itu jodoh kamu?
.
.
Memang kamu yakin jodoh yang menghampirimu adalah manusia, bagaimana kalau ajal terlebih dahulu?
.

Bersabarlah saudaraku, karena jodohmu akan Allah hadirkan bukan saat kamu menginginkannya, tapi saat kamu membutuhkannya. Tidak masalah lama dengan mencari atau menunggu. Tidak apa seakan sepi, asal dalam pencarian dan penantianmu selalu berada di jalan yang Allah ridho.
Tetaplah terjaga sampai engkau di pertemukan oleh si dia yang sama-sama sedang mencari ridhaiNYA dengan ketaatan dan kesabaran yang akan berujung tawa ☺️


@ozora^^
Read more ...»

Raker Pertama

On Kamis, 20 Desember 2018 0 komentar

> setiap akhir semester pasti sebagai fasil udah sedikit sibuk dengan rapotan, buat tas rapotan, buat komentar dsb. Itulah lika-liku menjelang semesteran berakhir dan itu selalu begitu siklusnya tidak ada menjelang akhir semester tidak ada kerjaan atau bahkan santai-santai.

Tepat Sabtu, 15 Desember 2018 TK A Onthel pembagian rapot dan semua OTS Alhamdulillah hadir semua kecuali ada satu yang menyusul karena ada keperluan. Hari inilah yang di tunggu sama anak-anak karena sudah seminggu tidak ketemu sama teman-teman dan fasil dan berangkat ke sekolah. Mereka belum mengerti apa itu rapot dan apa isinya dan mengapa harus datang kedua orang tuanya. Karena di "Sekolah Alam Indonesia" (SAI) ini orang tua tidak hanya menitipkan anak tapi juga berperan besar dalam perkembangan anak ke depannya. Jadi kenapa diserap pembagian rapot diminta kedua orang tua datang karena agar mengetahui sebesar mana perkembangan anaknya sebelum atau sesudah di sekolah ini atau bahkan mengalami penurunan.

Malam pembagian rapot, aku diminta menginap di rumah temen karena suaminya ada kerjaan di luar kota. Dengan senang hati aku menerima ajakannya karena belum tentu suatu saat nanti kita bisa merasakan kebersamaan ini setelah menikah (ngarep πŸ˜‚πŸ˜‚). Aku sudah siap dengan baju ganti untuk esoknya tapi ada yang ketinggalan yaitu hadiah untuk si "kembar" πŸ˜ͺπŸ˜ͺ aku pernah punya janji atau reward kalau mereka bisa tertib akan aku kasih hadiah. Karena ketinggalan aku inisiatif membeli lagi mengajak teman keluar malem dan beli di toko mainan. Memang Allah tidak meridhoi atau memang jalannya begitu, sepanjang jalan hujan dan kami tidak pakai jas hujan belum lagi teman tidak bawa helm ataupun jaket πŸ˜₯ (merasa bersalah) awalnya aku sudah mau putar arah tapi teman memaksa untuk lanjut akhirnya sampailah ke tempat tujuan. Pulangnya hujan masih mengiringi perjalanan kita dan di belokan di gang teman tiba-tiba ban belakang rada gak enak dan apa yang terjadi ??? Ban motor bocor πŸ˜‘πŸ˜‘ (inilah pertama kalinya ban motor bocor setalah empat tahun di bawa kesini). Esok hari sebelum jam tujuh aku nyari bengkel dan Alhamdulillah ada bengkel yang sudah buka dan hanya lima belas menit semua kembali normal.

Sepertinya tidak berhubungan ya ☺️☺️

Kalau anak-anak setelah rapotan bisa liburan kalau hasilnya masih harus berkarya dan menyiapkan untuk satu semester ke depan yang biasa disebut rapat kerja (raker).

Hari pertama kita pergi ke Saung Palakali, apa itu??

Saung Palakali itu tempat berkarya dengan mendaur ulang barang bekas. Susana kita bisa berkarya sesuai dengan imajinasi kita. Seeeerrruuu selama di sana .. tapi disana kurang lama karena hanya beberapa jam padahal banyak yang akan dibuat untuk diri sendiri dan untuk anak-anak di sekolah. mauu liat bagaimana saung Palakali??










Itulah sedikit gambaran di saung Palakali ☺️☺️

Setelah dari saung Palakali kita lanjut ke sesepuh SAI untuk mendengarkan tausiyah yang bertemakan "Semoga Lelahku menjadi Lillah" mudah diucapkan tapi berat untuk dijalani kalau tidak adanya ikhlas karena Allah.

Kita ke rumahnya ibunya dan disana kita diberikan motivasi dan gambaran bagaimana menjadi seorang guru itu harus rela berjuang bukan hanya melanjutkan apa yang ada saja. Disana sampai jam tujuh dan kita semua pulang sampai rumah jam 10.

Itulah sekelumit cerita di raker pertama



@ozora^^

Read more ...»

Upload Video

On Selasa, 18 Desember 2018 0 komentar

> jangan lupa tonton dan subscribe videonya ya teman-teman !!

Mencoba sesuatu yang baru dengan mengerakkan jari untuk membuat video untuk nanti bisa di liat lagi ketika tidak bersama mereka .. sebenarnya udah seminggu yang lalu ingin upload di YouTube tapi baru kesampaian karena hehhheee .. (selesai rapotan dilanjut raker) biasalah menunaikan tugas untuk anak-anak generasi peradaban. Aamiin..


https://youtu.be/aj3i8--o6CI


Mohon ditonton, di subscribe dan tulislah dikolong komentar apabila masih ada kekurangan, karena saya juga manusia jadi butuh banyak masukan dan saran dari kalian πŸ™‚πŸ™‚



Jazakumullah Khair ..



@ozora^^
Read more ...»

Belajar

On Sabtu, 15 Desember 2018 0 komentar

> ada yang bertanya kenapa ?? kenapa ?? dan kenapa ??

Akhir-akhir ini memang mengurangi berhubungan dengan sosial media untuk sementara waktu. Bukan berarti semua akun sosial media dinonaktifkan, hanya ingin mengurangi saja.

Ada yang bertanya kenapa harus menghilang?? bukan menghilang teman-teman tapi mengurangi dan lagi senang dengan dunia menulis saja. Mungkin selama ini banyak postingan yang menyakiti dan tanpa sengaja hanya topeng belaka untuk menutupi semua yang terjadi.

Diri ini sadar kalau semua yang dilakukan itu harus bermanfaat, entah itu hanya postingan. Karena semua tulisan ini dan postingan yang lain akan menjadi saksi. Mulai terbuka kalau bukan dunia, jodoh-menikah dsb tetapi akhirat lah yang utama, bekal untuk bertemu denganNYA adalah tujuan kita di dunia ini.

"Memangnya kuat gak buka Ig?"
"Gak ngerasa kalau hp ketinggalan berapa kali di sekolah?"
"Apa gak khawatir kalau dapat chat, telfon atau apapun itu?"
"Jangan-jangan ganti nomer?"

Itulah pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman semua, jawab satu persatu ya !

1. Kuat atau tidaknya seseorang itu hanya orang itu sendiri dalam menyikapi dan menghadapinya. Kalau diri ini merasa baik-baik saja tanpa buka sosmed karena tidak ada sesuatu yang diharapkan atau ditunggu-tunggu. Mulai menjadi diri sendiri dan membuat topeng untuk menjadi lebih baik lagi.

2. Hp ketinggalan berulang kali itu tanpa sadar dan dikarenakan ada kerjaan yang sudah menyita waktu sehingga merasa hp ketinggalan tidak merasa sesuatu yang harus di khawatirkan. Semua yang kita punya itu adalah titipan dari Allah, jadi semua akan dijaga baik sama Allah.

3. Khawatir ?? tidak .. ketika pegang hp lagi setelah beberapa malam hp menginap di kelas pernah ada 10 telfon, ratusan chat menghiasi notifikasi layar dari berbagai grub, teman, OTS, dan ada yang lain. Semua berlalu begitu saja.

4. Alhamdulillah nomer masih ada semua dan tidak ada yang ganti atau dibuang πŸ˜‚πŸ˜‚.

Ingin memperbaiki dan introspeksi diri, dengan semua yang sudah dilalui ini. Awalnya berat tapi percaya dan yakin sama Allah kalau Allah itu dekat sedekat urat nadi, Alhamdulillah semua berhasil dilalui dengan hati lapang menerimanya.

Mulai belajar tentang agama, mulai dari cara menjadi wanita Sholehah, istri Sholehah, ibu terbaik untuk buah hati dsb. Tidak hanya jodoh menikah saja, karena kalau kita mau menikah tapi tidak tahu ilmunya bagaimana bisa menikah tanpa tahu ilmunya.

Mulai dari cara meminta restu sama orang tua kalau sudah siap menikah bukan sebaliknya, udah punya calon baru meminta restu (merasa mengalaminya πŸ˜‚πŸ˜‚), kriteria calon menantu untuk orang tua kita (disini orang tua diminta untuk segera menikahkan anaknya apabila sudah mampu dan perhatikan kriteria calon dari hartanya, kecantikannya, keturunannya, dan agamanya tapi pilihlah yang terakhir insya Allah kita akan selamat dunia akhirat)

Yang pertama tadi meminta restu orang tua apabila sudah dikantongi dan sudah tahu calonnya segera tanyakan "si dia" apakah sudah ada yang mengkhitbah atau belum. Kalau belum segera meminta untuk diajak ta'aruf tapi dengan langkah yang benar. Misal tidak chat, telfonan, ketemuan dan video call berdua karena itu adalah maksiat yang dibumbui dengan cara syetan. (Jangan lakukan ya teman-teman, nanti kalian akan merasakan bagaimana bisikan syetan itu sangat keji dan menghanyutkan).

"Kalau gak chat apabila kenal kepribadian nya?"

Pasti ada pertanyaan seperti itu diantara teman-teman, seperti kata pepatah tidak kenal maka tidak sayang. Coba teman-teman renungkan kembali apakah kita melihat Allah? Tapi kita sayang dan percaya sama Allah. Ketika naik pesawat apakah kita kenal pilotnya? pasti jawabannya tidak tapi kita nyaman dibawa sang pilot terbang dengan rutenya dan percaya kalau baik-baik saja. Itu beberapa contoh kalau tanpa melihat dan tanpa mengenal kita bisa sayang dan percaya tidak harus sering ketemuan, chat, telfonan atau video call. Dalam Islam boleh melakukan proses perkenalan (ta'aruf) dengan didampingi salah satu walinya. Misalnya teman-teman buat grub yang isinya "si dia" dan walinya, kita dan wali kota. Jadi tidak akan terjadi fitnah diantara kalian nantinya karena ada yang mendampingi.

Mungkin sampai disini dulu sharing ya .. karena belum mengalami tahap berikutnya. Semoga bermanfaat


@ozora^^
Read more ...»