Nice Home Work #1

On Selasa, 29 Januari 2019 0 komentar

Selama kehidupan pasti kita menginginkan sesuatu yang baru termasuk ilmu, karena ilmu itu tiada batasnya dalam menggalinya mulai dari dalam kandungan sampai hayat. Jadi sebagai makhluk Allah sangat dibutuhkan yang namanya ilmu kehidupan untuk mengajarkan kita tentang banyak hal. 

Apabila semua jurusan dalam kehidupan ini bisa diambil pasti semua akan diambil, tetapi satu yang kita tekuni saja membutuhkan ekstra yang kuat untuk menerapkan dan memberikan yang terbaik.

Karena belum menikah jurusan kehidupan yang akan diambil adalah jurusan kehidupan sebagai istri yang terbaik untuk suami kelak. Karena menjadi istri itu tidak ada perkuliahan yang diberikan di dunia pendidikan dan hanya di IIP lah bisa menemukan pembelanjaran kehidupan yang nyata. Karena tugas seorang istri ibegutu banyak yang harus dialkukan. Jadi Salah satu jurusan inilah yang saya pilih terutama dalam bidang "menulis", walau sebenarnya masih awam dalam hal menulis tapi karena hobi jadi disinilah jurusan yang akan ditekuni lebih dalam sebagai seorang istri nantinya.

Kenapa memilih jurusan ini?

karena kehidupan inilah yang akan dijalani setelah kehidupan single atau sendiri. Mungkin ilmu menjadi istri terbaik harus mengorbankan kelurga, kerjaan dan bahkan harus rela terpisah jarak dari orang tua yang setiap hari kita temui. Itulah ilmu yang akan dibawa di dunia dan akhirat. Kita tidak tahu apakah sebagai istri tetap masih berstatus sebagai perempuan bekerja atau tidak, jadi pilihan sebagai "menulis" adalah sebagai jurusan yang dipilih. Karena selain benyalurkan hobi juga memberikan manfaat untuk orang lain disekitar. Misal keluarga, teman atau masyarakat yang ada di sekilonya kita. Menulis adalah memperbanyak kosa kata untuk lebih memahami kata dalam Indonesia yang baik dan benar.

Untuk mencapai jurusan kehidupan ini dengan semangat dan motivasi dari diri sendiri dan ridha dari keluarga karena disinilah kita sebagai perempuan dituntut 24 jam non stop bekerja di rumah untuk keluarga kelak bersama suami. Karena memilih jurusan "menulis" jadi untuk mencapai itu bukan hanya diam diri tapi juga terus menambah wawasan terutama dalam cara penulisan dari hal kecil sampai yang rumit. Mulai membuka diri untuk membaca dan membaca tulisan-tulisan orang lain.

Ilmu menuntut ilmu itu ternyata penting untuk kita, dimana ketika kita mengambil atau menduplikat hasil karya orang harus mencantumkan nama ataupun web tersebut. Baru paham bagaimana cara mencopas sebuah tulisan itu tidak hanya asal saja tapi harus disertai dengan penulis aslinya. Perubahan dalam diri sudah mulai berpengaruh ketika awal mulai mengikuti IP, biasanya hanya sekedar melihat tapi sekarang mulai ikut diskusi walau belum sepenuhnya mengikuti dari awal sampai akhir. Semoga semakin ada proses yang lebih baik lagi ketika mengikuti IP ini. Aamiin



#NHW
#NiceHomeWork#1
#IIPMatrikulasiBatch7
#IbuProfesional

@ozora^^
Read more ...»

Bubur tidak akan menjadi Nasi

On Jumat, 25 Januari 2019 0 komentar

Baca sampai akhir yah..

Bubur tidak akan pernah menjadi nasi kembali.

_*Didiklah Anak Sebagai ‘Budak’ Dari Sekarang Supaya Tidak Menjadi ‘Raja’*_

🥇Mendidik anak sebagai ‘budak’. Judulnya seperti bercanda, tapi itulah esensi mendidik anak-anak sekarang ini.

💝Mungkin tidak banyak yang setuju dengan fakta ini. Terutama orang tua yang melihat bahwa anak tersebut perlu diperlakukan dengan hati-hati.

🥈Anda pernah melihat kejadian dimana ibu sibuk bekerja di rumah, seperti mencuci, mengepel, memasak dan bahkan membereskan kamar anak.
Padahal, si ibu memiliki 2-3 anak gadis duduk di depan TV, atau bermain handphone atau laptop di depannya.
Nah .. ketika mereka diminta untuk membantu …. Terus mengeluh, tidak mau, malas dan beberapa yang alasan lainnya.
Ini lebih parah lagi, ada pula yang pergi.. merajuk dan cuek.. padahal hanya karena diminta untuk menutup kran air di dapur. Uhh ..
Kadang sampai berteriak pun mereka tidak peduli… hurmmm ..

Bahkan anak laki-laki pun, tidak mau melakukan pekerjaan yang dilakukan anak perempuan? Gak macho katanya .. perasaan terbebani seperti lengket di atas lem saja.. beugh….

🥉Budaya Anak Menjadi ‘Raja’ semakin meluas
Budaya anak menjadi raja semakin meluas sekarang ini.
Untuk alasan apa? Karena mereka belum merasakan dididik menjadi ‘budak’ sejak kecil.

🥇Banyak pasangan yang terlalu sayang kepada anak-anak. Keinginan anak-anak semua diikuti.
Mereka tidak diajarkan untuk memahami kesulitan dan kesulitan orang tua mereka.
Ya, orang tuanya kaya .. tapi ingin anak menjadi sukses.. tidak mudah.
Bila para orang tua diberi saran agar jangan manjakan anak Anda. Inilah jawaban mereka …

“Tidak apa-apa mereka masih anak-anak..”

“Jangan biarkan anak laki-laki mengerjakannya, seperti pelayan aja..”

Jika begiini alasannya, maka orang tua bersiaplah untuk menjadi “budak” bagi anak di masa tua?

Tidak hanya itu …
Ada anak yang sudah sampai menikah masih menyusahkan orang tua untuk membereskan barangnya.
Hal ini banyak terjadi, dan kita sendiri telah berkali-kali melihat dengan mata kepala sendiri.
Ini kenyataan.

Hal ini terjadi di dunia sekarang ini. Pakaian anak dan mantu masih ibu yang  mencuci.
Padahal usia lebih dari 30 tahun … mau makan pun ibu yang masak…

🥈Anak-anak yang tidak dididik dengan melakukan pekerjaan sejak kecil, mereka akan canggung melakukannya saat mereka telah dewasa.
Kalau sudah tejadi demikian, mereka melakukannya kurang tulus dan terpaksa saja. Mereka akan melakukannya hanya saat disuruh.
Kita tidak ingin orang tua menghukum anaknya.

👁
Orangtua harus sadar, mulai dari anak usia 2 tahun, mereka perlu dipelihara dan dididik menjadi ‘budak’. mengarahkan mereka melakukan sesuatu, kadang seperti memaksanya padahal semua itu buat kebaikan anak di masa depannya.

🔜Jangan terlalu lembut.
🔜Jangan terlalu kasihan kepada anak-anak
🔜Jangan terlalu manja
🔜Ajari mereka banyak kerja keras sejak kecil
🔜Ajari mereka tentang pekerjaan rumah
🔜Ajari mereka arti hidup. Memupuk kesadaran di dalamnya
🔜Ajari anak perempuan untuk bekerja membersihkan, memasak, mencuci rumah dan segala jenis pekerjaan rumah.
Ajari putri Anda tentang kebersihan, terutama kebersihan pribadi.
Anak laki-laki mulai terbiasa enteng tangan.
Ajarkan anak laki-laki juga untuk melakukan pekerjaan seperti berenang, memperbaiki pipa air, menebang pohon dan banyak lagi.
Jika memungkinkan, ajarkan juga apa yang cewek suka memasak. Tidak ada salahnya, tapi itu akan menjadi bonus sebagai orang dewasa.

💝Anak Kita, Belajar dari Kita.

💝Ajarkan dan didik mereka dengan cinta tapi perlu tegas dan pastikan mereka mengikuti instruksinya.

💝Biarkan dididik sebagai Budak, jangan sampai bila mereka besar menjadi raja. Dan yang paling ditakuti, berubah menjadi anak durhaka, yang dibenci Allah.

💝Bila anak tidak dididik seperti itu maka kondisi itu akan sama seperti kondisi bunyi hadist dibawah ini yang merupakan tanda-tanda kiamat:

Ibnu Abbas menyebutkan suatu hadits. Dan dalam hadits tersebut disebutkan, Rasulullah berkata, _"Jika kamu mau, saya akan menceritakan kepadamu mengenai tanga-tanda kiamat selain itu."_ Para sahabat berkata, _"Tentu wahai Rasulullah, ceritakanlah padaku."_ Rasulullah bersabda: _"Jika kamu telah melihat budak wanita (ibunya dijadikan seperti budak) melahirkan tuannya (anak-anak dibiarkan bagaikan raja)…"_ (HR Ahmad)

*Semoga Bermanfaat*

Baca artikel di atas, jadi inget anak drmh, yg kadang maseh suka nya disuruh, diintruksikan, blom bgitu mandiri ngerti dg sendirinya, hmmm..harus extra sabar ya bu ibu..


Yaaa...
Jangan di bayangin hasilnya sesuai harapan.
Tapi paling tidak, cukup sebagai latihan.
Walau tak jarang, kami sebagai orang tua harus mengulang pekerjaan.


Tak mengapa, yang penting nantinya anak-anak terbiasa mengerjakan nya😍👍😘


#copas

@ozora^^
Read more ...»

Aliran Rasa

On 0 komentar

Ketika mempunyai niat untuk mengikuti IIP sudah dua tahun yang lalu tapi baru kesampaian tahun ini. Awalnya tidak mengetahui apa itu IIP. Mengetahui IIP itu dari salah satu temen yang sudah lama bergabung ketika dulu masih di Karawang. Dari dialah sedikit mengerti apa itu IIP dan untuk apa itu IIP buat kehidupan sehari-hari.

Ternyata mengikuti kelas IIP itu ada beberapa tahapan hehehehe .. dikira hanya ikut kelas online biasanya. Ternyata dugaan itu meleset, tetapi tantangan tersendiri karena sebagai perempuan yang bekerja pasti mempunyai waktu singkat, hanya beberapa materi yang bisa di ikuti selainnya ketinggalan.

Mengikuti kelas IIP tahap pertama adalah kelas Foundation dimana dikelas itu bertemu dengan wali kelas dan fasilitator serta teman-teman baru dari satu kota. Dari tahap pertama ini saja sudah begitu banyak pelajaran dan ilmu mulai dari buat "GC" dan lainnya.

Tahap berikutnya adalah kelas SG yang baru dilewati dua hari kemarin. Di tahap ini ditantang membuat telegram dan begitu kesulitan untuk join ke grub dan alhamdulilah dapat bantuan dari salah satu temen sekota. Ternyata persaudaraan terjalin walau belum pernah tatap muka.

Selama mengikuti dua kelas ini perasaan yang dirasakan adalah seneng, tambah ilmu dan tambah teman baru serta dapat motivasi dari para fasilitator serta alumni-alumni IIP yang luar biasa.

Harapan setelah mengikuti IIP ini dapat menambah wawasan lagi untuk menyiapkan diri menjadi perempuan sesuai kodratnya yaitu sebagai calon istri dan ibu yang bisa memberikan pengetahuan yang baik kepada anak. Serta bisa menerapkan ilmunya untuk kehidupan sehari-hari.

Semakin semangat dan tertantang menjadi mahasiswa IIP karena banyak ibu-ibu yang luar biasa yang juga semangat mengikuti kelas ini.


#MatrikulasiIIPBatch7
#IbuProfesional
#AliranRasa
Read more ...»

Nikmat Sehat

On Senin, 14 Januari 2019 0 komentar

*Jeniusnya Rasulullah SAW. Tentang Kesehatan ...💖*

*"SEMBUHKAN SAKIT HATIMU, maka AKAN SEMBUH seluruh TUBUHMU.*"
_Bismillah_

🌹Bila kita mempunyai sakit hati yg benar-benar kronis ...
Merasa benci banget ...
Nggak suka banget ...
Kecewa banget ...
Dendam banget ...
Sedih banget ...
Smua ini dianggap serius ... smpai sakit hatinya itu berdampak pada tubuh ...

 Jika sakit hati itu dibiarkan tidak segera diatasi ... maka saat muncul dlm bentuk penyakit kanker ... diabet ... sakit jantung ... barulah diatasi ...
Dan yg diatasipun hanya permukaannya saja ... penyakitnya saja ...

 Mengatasinya dgn operasi ... obat herbal ... bertahun-tahun , bahkan seumur hidup ... kemo ... radiasi_
Smua itu membuat sel-sel tubuh luluh lantak ...

Tapi akar masalahnya tidak diatasi_

💞 Akar masalahnya itu sebenarnya adalah ... HATI yg sakit smakin rusak ... penyakit hatinya tidak diatasi ... shingga merusak sluruh jaringan tubuh_

Darah tetap dibiarkan asam ... kondisi tubuh asam ...
Pikiran ttap stress ... jiwa tidak tenang ...
dendam masih ada ...
kecewa masih berlanjut ...
perasaan masih nggak enak ...
benci masih kuat ...

Secara tidak langsung kita membunuh diri sendiri_

Seriuss iniii_☺
 ingat ... Rasulullah SAW. pernah berkata :
" Ada segumpal daging yg jika ia baik,
maka sluruh tubuh akan baik. Dan kalau
ia buruk, maka seluruh tubuh akan buruk."

*itulah ... HATI ...*

🙏🏻 Sharusnya hati slalu ada dlm kondisi indah dan baik ...
Slalu ikhlas menerima ketentuan Allah ... bersyukur ... tulus berbagi dan bahagia ...

🌹 Sperti anak kecil yg slalu bahagia dan tertawa ...
Sperti itulah kondisi hati sHarusnya ...
Pada saat hati sudah tak lagi sperti itu ... saat itulah penyakit muncul ... dan deteksi dini harus dilakukan_

💞 Akar permasalahan harus diatasi ...
Hati perlu terus dicuci dan dibersihkan_
Tanda hati yg bersih dan suci adalah ;
☺Ikut bahagia atas kebahagiaan org lain_
🌾 Slalu smangat utk berbagi tanpa pamrih_
🌾 Selalu ridha dgn sgala ketentuan yg
Allah berikan utk kita_

Termasuk saat kita dimusuhi ...? dibenci ...?
Nggak masalah ... Jangan sedih ... berarti dosa kita jadi ada yg menanggung ...
/ kita dizalimi ...?
Waaah ... ini saatnya doa-doa tak ada batasnya dgn Sang Pemberi_
Arrahmaan Arrahiim...🙏🏻

💝Hati akan slalu bahagia atas kebahagiaan org lain ...
Gembira apapun yg terjadi_
 *siapapun itu ...*

Termasuk bahagia bagi mereka yg pernah merugikan kita ...
Tapi kita tak perlu merasa rugi ...krn smua itu ada hikmahnya ..
*Pastikan itu_*

💞 Kalau hati dlm keadaan tidak baik ... dgn tanda ...
Ada rasa sedih ... kecewa _ benci ... dan dendam_
Maka ... segera Lakukan_
💧
🌹 *Belajar ikhlas ...*
Tarik nafas ... lalu buang nafas_
Setiap nafas_ adalah Nafas Baru ...HarapanBaru_

*-Jangan pusingkan dgn yg tlah berlalu ...* dan

*-Jangan khawatirkan dgn yg belum terjadi ...*

🌹 *Terima dan hargai apapun yg terjadi_*
Allah Maha Besar dan Maha Tahu
Allah tahu yg terbaik tuk kita_
Smua pasti baik dan bermanfaat_

🌹 *Bersyukur* dibalik bencana ada hikmahnya ...
Mungkin kita pernah bertanya ... " Kenapa ya ?
Allah yg Maha Kasih dan sangat
mengasihiku ... memberi sesuatu yg
tidak kusukai dan tidak sesuai dg
dgn harapanku ...?
Apakah kira-kira hikmah dibalik bencana itu ...?

🌹 *Ber- husnuzon ..*. berbaik
sangkalah kpd Allah ...

 *Berbagi tanpa pamrih ...*
Apapun rizki yg ada pasti bisa utk berbagi ...
Pasti ada pengalaman baru ... kesadaran
baru yg bisa dibagikan kpd org lain ...

🌹 *Bagikan senyum kpd smua ...*(kecuali yg bukan mahram tentunya).
*Maafkan* smua org ...
Doakan smua org yg pernah singgah
di hati kita ...

Apa doa yg harus kita panjatkan utk diri
sendiri dan org2 tsb ...?
Apa kira-kira yg bisa kita lakukan dgn
lebih baik lagi ...? Utk mengharap ridha Allah semata ...
Doakan yg terbaik buat mereka ...
Bahagia saat org lain bahagia ... termasuk
org yg awalnya tidak kita sukai ... kitaBenci ... kita anggap Merugikan .../ Mengecewakan ...

Apalagi thdp org yg berjasa kpd
kita , muliakan mereka sbagai wujud rasa
syukur kpd Allah ...
Kita bisa tegar sperti skarang ,ada jasa
terbaik mereka di hati kita ...

🌺 Muliakan saudara kita ,teman kita ... yg pernah menolong kita ... meskipun mereka ada yg membuat kecewa_ maafkanlah ... muliakan jasanya ... Allahlah yg akan membalas sgala ke-ikhlasanmu ...

 Ketika penyakit hati pelan -pelan sembuh ... maka , begitu juga penyakit tubuh akan hilang dan sembuh ...
💞 Marilah slalu menjaga kesehatan HATI ...
Hilangkan su'uzon dgn teman /saudara_
Smoga tidak ada lagi rasa benci_ atau kecewa di hati kita ...
☺Awali hari dgn Bismillah ... dan akhiri dgn Alhamdulillah ...
*Smoga Allah ridha dgn niat kita tuk slalu membersihkan HATI kita ...💖*


_Barakallahu Fiikum_...🙏🏻

#copas



@ozora^^
Read more ...»

Menjemput Rezeki

On Sabtu, 12 Januari 2019 0 komentar

REZEKI ITU PUNYA ALAMAT

Kalau rizqi itu diukur dari kerja keras...
maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya.

Jika rizqi itu ditentukan dr waktu kerja...
maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya..
bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD

Jika rizki itu milik orang pintar...
maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya...

Jika rizqi itu karena jabatan...
maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia..

Rizqi itu karena kasih sayang Allah.

" Mengejar rizqi, jangan mengejar jumlahnya, tetapi berkahnya."
( Ali bin Abi Thalib )

MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU

“Kalaulah anak Adam lari dari rizqinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rizqinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down",  dalem terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur, Alhamdulillah, kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga, sebab berharap
jatuh miskin!

Masya Allah, hebat.

Coba kalau kita ? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah.

Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun, Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik...

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Subhanalloh
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

"Wahai manusia, di langit ada rizqi bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )

Jadi, yang banyak memberi rizqi itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rizqi

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN KEPADA ALLAH dibanding  urusan dunia yang sementara ini...

*آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ*


http://bit.ly/Rejekimutahudimanakamu

#copas
@ozora^^
Read more ...»

Kisah Inspirasi

On 0 komentar

Menguatkan😇

```Alkisah seekor rusa betina sedang hamil tua.
Ketika mendekati detik-detik kelahirannya, rusa ini pergi ke suatu tempat yang jauh di sisi hutan yang berdekatan dengan sungai.

   Tiba-tiba sesuatu yang tidak ia bayangkan terjadi !

     Terdengar suara gemuruh dari langit dan tiba-tiba tampak kilat yang menyambar kepermukaan bumi. Hutan kering ini terbakar dahsyat karena percikan api dari petir tersebut.

   Ketika rusa ini menoleh ke kiri, tampak seorang pemburu telah siap melesatkan anak panah ke arahnya.

     Saat menoleh ke kanan, ia pun terkejut melihat seekor singa lapar yang siap menerkamnya.

Maka tiada pilihan bagi rusa ini selain :

1. Mati dimangsa singa.
2. Mati terkena panah.
3. Mati terbakar.
4. Atau mati tenggelam karena melompat ke sungai.

   Yg jelas ...
Bahaya mengancam dari berbagai penjuru dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlari.

     Lalu apa yang harus ia lakukan?
Bersedih dan merintih?

Menangis dan menjerit?
Atau ia harus berlari sementara kondisinya begitu lemah?
Atau menyerah pada keadaan?

    Rusa pun pasrah. Dia hanya fokus untuk melahirkan bayinya.

    Lalu apa yang terjadi?

     Kilat-kilat yang menyambar mengganggu pandangan si pemburu. Akhirnya panah yang dilesatkan pun meleset dan mengenai si singa lapar. Singa malang itu mati seketika.

    Tiba-tiba hujan datang begitu deras dan memadamkan kebakaran di hutan tersebut.

   Pemburu lari mncari tempat berteduh dan tidak focus lg kpada rusa tsbt.

    Rusa pun melahirkan dengan selamat !

Sahabatku....

    Segala kesulitan menyerbumu dari segala arah. Masalah datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.

    Masalah di tempat bekerja,
 masalah di dalam rumah,
masalah di jalan,
masalah dengan anak-anak kita semuanya datang bersamaan.

 Seakan kamu tidak bisa lagi berbuat apa-apa..

   Lalu apa yang harus dilakukan?
Jadilah seperti Rusa. Biarkan semuanya berjalan apa adanya.

   Lakukan sesuatu yang mampu kau lakukan !
Selebihnya serahkan kpada Allah

 Karena Tuhan yang mengatur jalan kehidupanmu..

  Saudaraku...
Sungguh Allah   menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya.

   DIA lah yang akan menyelesaikan semua masalahmu dan menyembuhkan luka-lukamu.

Jangan berkata, Allah , aku memiliki masalah yang besar…

Tapi katakan, Hei masalah, aku memiliki Allah  Yang Maha Besar```

Tetap istiqomah...


#copas
@ozora^^
Read more ...»

Sekolah yang Mendidik Hati

On Senin, 31 Desember 2018 0 komentar

Penulis: Ustadz Adriano Rusfi

Di sekolah itu, hadir dan berkumpul siapapun yang punya hati. Murid-muridnya tak pernah diseleksi, karena yang diseleksi adalah para ayahbunda mereka : ayahbunda yang peduli pada pendidikan buah hatinya. Mereka “hanya” punya alam. Yang dibutuhkan adalah hati. Alam hanya bisa dinikmati dengan hati. Alam berdialog kepada hati.

Alam itu feminin. Ia berbicara setiap hari pada manusia dalam bahasa hati, karena hanya bahasa itulah yang telah Allah ajarkan kepada alam untuk berbicara pada manusia (QS Al-Zalzalah : 4-5). Jika kita tak kunjung mengerti cerita alam, mungkin karena kita telah terlalu lama berlogika.

Lalu mengapa harus hati?

Kesadaran itu bermula dari hati. Sedangkan niat adalah produk dari hati, lalu ia perintahkan otak untuk menggerakkan tubuh. Mungkin kita telah lama lupa. Kesadaran bukan lahir dari pikiran. Niat tidak lahir dari otak. Otak hanya melahirkan ide, bukan gairah. Pikiran hanya melahirkan konsep, bukan niat. Logika hanya melahirkan metode, bukan kesadaran. Padahal, amal adalah buah dari gairah, kesadaran dan niat. Sementara ide, konsep dan metode hanyalah perangkat-perangkat untuk beramal. Di sekolah itu sepenuhnya disadari bahwa keshalehan lahir dari hati yang membuahkan gairah, niat dan kesadaran, sedangkan otak, logika dan argumentasi hanyalah instrumen keshalehan.

Para guru di sekolah itu boleh jadi bukan orang-orang sangat cerdas, tetapi kumpulan orang-orang yang punya hati, cinta, ketulusan dan keikhlasan. Mereka sadar, intelektualitas bisa dibentuk dengan ilmu, profesionalitas bisa dibentuk dengan kompetensi, namun spiritualitas hanya bisa ditularkan oleh cinta dan ketulusan. Di sekolah itu tak akan banyak disaksikan debat argumentatif, tetapi kaya dengan kisah-kisah menyentuh. Di sekolah itu tak akan banyak terdengar alasan-alasan “mengapa begini dan begitu ?” Yang ada adalah peran-peran yang dimainkan dan dihayati. Di sekolah itu, senyum dan airmata lebih banyak berbicara daripada logika dan kata-kata, karena senyum dan airmata mampu melembutkan jiwa.

Saatnya anak-anak kita hidup di sekolah seperti itu, jika yang kita inginkan adalah pembentukan generasi bertaqwa. Karena taqwa itu ada di dalam dada (AlHadits).

Anak-anak di sekolah itu memang sering kalah dalam lomba cepat tepat, sering kalah dalam olimpiade sains, sering kalah dalam berbagai macam kompetisi.

Tetapi, anak-anak sekolah itu sangat hebat dalam lomba merancang dan mendesain serta mengimplementasikan proyek bersama. Lihatlah bagaimana mereka menyiapkan Sale Day, Market Day dan Bazaar di sekolah. Lihatlah bagaimana mereka menyiapkan penelitian untuk Science Fair di sekolah. Lihatlah bagaimana mereka berkolaborasi dengan teman-teman dan fasilitator menyiapkan karya pustaka bersama untuk Pekan Literasi. Mereka hebat dalam karya, bukan sekadar nilai angka dalam raport semata.

Anak-anak di sekolah itu tidak perlu belajar serius hanya untuk mengejar nilai akademik. Yang dibutuhkan dan diajarkan adalah tentang curiosity atau rasa ingin tahu, tentang tradisi belajar dengan logika berpikir ilmiah sehingga tanpa sadar membawanya pada fast learning dan high order of thinking.

Sebelum belajar, mereka berdoa bersama, melantunkan ayat-ayat suci dari kitab suci, bahkan menunaikan ibadah pagi.

Lalu mereka belajar dan bermain dengan kambing, belajar dan bermain dengan kelinci, belajar dan bermain dengan ayam di kandang, belajar dan bermain dengan ikan di kolam.

Mereka tampak bahagia menyusuri jejak jalanan setapak sambil menghirup udara pagi yang segar serta menikmati indahnya alam serta flora dan fauna ciptaan Sang Maha Pencipta, mencari harta karun barang bekas, memanjat atap sekolah, memancing ikan, mengerjakan tugas di pinggir danau atau di dahan pepohonan, melatih keberanian dan kepercayaan diri dengan meniti two-line bridge atau bamboo bridge bahkan meluncur dengan flying fox.

Mereka belajar tidak dengan buku tulis dan bukan hanya dengan buku cetak. Mereka juga berselancar di internet dan perpustakaan.

Mereka kerap menggunakan kertas setengah pakai dari perpustakaan serta terlibat diskusi yang mengasyikkan.

Mereka tampak bahagia walaupun ada yang menghina kelas mereka sama sederhananya dengan “kandang kambing”. Mereka bisa merasakan langsung hembusan angin dan menyaksikan dahan dan daun pepohonan melambai-lambai tertiup angin.

Tas sekolah mereka besar-besar. Isinya bukan buku, tetapi baju ayah untuk berkebun, jas hujan, baju ganti, termos minuman dan kotak makanan, serta sepatu boots.

Mereka berlibur tidak dengan bis mewah dan menginap di hotel mewah. Mereka berlibur dengan menjelajahi hutan, mengenali tanaman dan tumbuhan yang bisa dimakan, mempraktikkan memasak bersama di hutan dengan bahan-bahan alam yang ada di sekitar hutan (jungle cooking).

Mereka berlibur dengan menyusuri pantai, mendatangi mercu suar, menyelam di sekitar pantai (snorkeling), dan menangkap ikan untuk disantap sebagai ikan bakar. Lihatlah wajah bahagia mereka saat merasakan pengalaman ekspedisi ke kawasan konservasi, mencari jejak badak, biawak, ular, babi hutan dan fauna dilindungi lainnya. Lihatlah mata mereka yang berbinar saat menyusuri sungai dengan berkano diiringi kicauan burung serta suara kodok dan jangkrik serta alunan lagu hutan para satwa. Lihatlah ekspresi wajah mereka saat kaki mereka ditempeli lintah dengan baju basah saat menginap di hutan dan tidur di dalam tenda.

Mereka berlibur dengan mendaki bukit dan gunung, menyusuri jejak para petualang di pegunungan, menikmati udara dan angin di ketinggian pegunungan, menikmati waktu dan merenungi langkah-langkah yang dituju, memercikkan air danau dan mensyukuri kesegarannya anugerah Sang Pencipta.

Mereka berlibur dengan tinggal bersama penduduk di kawasan dengan pesona kesederhanaan dalam kehidupannya. Mereka dengan wajah ceria turun ke sawah, memandikan kambing, memerah sapi, menebarkan pakan ayam dan bebek, meniti jembatan kayu sempit agar lebih dekat dengan ikan saat menebar pakan ikan, menyimpan sepatu dan meniti pematang mengangkut hasil bumi, menikmati hiruk pikuk pasar tradisional sambil membantu menjualkan hasil bumi. Pesona kesederhahaan ini membuat mereka merasakan lebih dekat dengan Sang Sumber Kehidupan Yang Maha Menghidupi. Menguatkan keyakinan bahwa sebagai manusia selalu dicurahi Kasih dan Sayang-Nya tak terhingga.

Wahai AyahBunda,

Anak-anak itu bahagia. Jika AyahBunda justru “miris” dengan segudang pengalaman mereka, cobalah buka hati dan pikiran lebih lebar, bukan hanya mudah buka dompet untuk mereka. InsyaAllah, dari mereka inilah, akan lahir pemimpin yang tidak elitis, yang sejak kecil terbiasa menghargai alam, menghargai sekolahnya bukan karena kemewahan gedungnya dan bukan karena licinnya seragam, tetapi pesona kebersamaan dan pesona miniatur kehidupannya. Memuliakan teman-teman sesama karena kebaikan akhlaknya bukan karena rankingnya. Mereka terbiasa mencintai sekolahnya, bahkan hingga sampai suatu masa kemudian, bersama teman-temannya, mengenang masa-masa indah di sekolah kehidupan yang membuat mereka merasa “benar-benar diterima” sebagai manusia seutuhnya.

###############

#sekolah alam indonesia studio alam

#copas

@ozora^^
Read more ...»