Aliran Rasa Pos Kelima

On Jumat, 23 Juli 2021 0 komentar

Tidak terasa sampilah ke pos kelima dimana disini dipertemukan jodohnya yaitu temen sepetualang hehehh ...

Seperti pepatah "tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka taaruf" ^_^ 

Akhirnya aku dipertemukan dan diperkenalkan dengan seorang perempuan sholehah asli Ngawi yang tinggal di Mojokerto sekarang mengikuti suami. Ibu rumah tangga yang telah dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 5 bulan (alhamdulillah). 

Perkenalan kami sangatlah singkat dan itupun juga harus menunggu waktu senggang di siang hari (jadi merasa sok sibuk), seorang perempuan, istri dan ibu ini bernama mbak Meta (begitu aku memanggilnya). Beliau mengikuti Ibu profesional karena menjadi seorang IBU itu butuh ilmu, dan mbak Meta IIP matrikulasi batch 5 tetapi baru bisa bergabung dengan di Bunda Sayang ini baru tahun ini bersama aku hehehhh... (jodoh ya mbak)

Beliau cuti terlebih dahulu ketika sudah mengikuti Bunda Sayang setelah melalui matrikulasi tetapi karna sebelum tinggal di Mokokerto beliau mengikuti suami di Sulawesi dan di waktu yang bersamaan haruslah pindahan jadi mau gak mau mbak Meta baru bisa mengikuti lagi dan fokus untuk perkulihan lagi di Bunda Sayang sekarang ini. 

Dari sosok beliaulah banyak yang bisa diambil pelajarannya, sosok yang tangguh, hebat dan mandiri dimana disaat beliau harus pindahan rela cuti dari IIP dan melanjutkan lagi ketika jagoan kecilnya baru usia 5 bulan. Pasti menjadi ibu disaat anak masih balita sangatlah repot dan harus bisa membagi waktu juga untuk suami, anak dan diri sendiri. 

Dan di Bunda Sayang ini beliau ingin lebih mempelajari lagi dan mendapatkan ilmu lagi untuk dirinya dan orang lain menjadi sosok ibu yang hebat.

Alhamdulillah banyak pelajaran dari mbak Meta .. terimakasih mbak ^_^

Kalau aku sendiri bisa sampai di tahap ini sangatlah bersyukur, karena niat yang dari awal sangatlah mengebu-gebu harus terhenti ketika gagagl masuk di Bunda Sayang sebelumnya karna gak pernah update FBG. Dan bukan berarti sekarang juga tanpa rintangan, dulu masih single dan masih bisa mengerjakan tepat waktu dan selalu panjang setiap merangkai kata. Sekarang sudah ada suami dan calon buah hati (yang sebentar lagi meramaiakan rumah) sangtalah tidak mudah, selain malas yang berkepanjangan dan masih harus menyiapkan pembelajaran di sekolah yang daring selama hampir dua tahun ini. 

Tetapi niat (bismillah) dan semangat insya Allah bisa mengikuti perkulihan nanti di bulan Agustus, dimana itu persiapan lahiran pastilah sangatlah tidak mudah. dengan dukungan suami dan tekad yang kuat pasti bisa melakukannya ^_^


Bercermin dari mbak Meta .. pasti bisa ...





#Aliranrasa
#Prabunsay7
#TranscityHarmoni
#InstitutIbuProfesional
#SemestaKaryaUntukIndonesia
#IbuProfesionalforIndonesia




Read more ...»

Misi Keempat

On Kamis, 15 Juli 2021 0 komentar

Hari berganti hari begitu juga pekan berganti pekan, disetiap akhir pekan selalu ada kejutan dari Prabunsay yaitu souvernir karna di ujung pekan selalu ada setoran misi yang sudah diawali di awal pekan dengan materi dari pramuwiyata. 

Saat inilah misi yang sudah di renungkan, dipahami, dicerna dan dipelajari siap untuk disetorkan. Karna menuju perkuliahan di Bunda Sayang sendiri pasti butuh kesiapan jadi disinilah awal mula kita semua ditempa terlebih dahulu. 

Misi yang keempat ini adalah tantangan apa yang akan dihadapi selama perkuliahan Bunda Sayang berjalan nanti, 

Tentunya tantangan setiap individu pasti berbeda-beda, dimana setiap individu mempunyai porsi dalam belajar. Kalau untuk saya pribadi tantangan yang dihadapi adalah 

1. Manajemen Waktu
Dulu waktu mengikuti matrikulasi posisi masih single belum ada gangguan, dan sekarang posisi lagi hamil tua pastinya rasa malas untuk segeera mengerjakan itu pasti ada. Dulu rajin setiap selesai materi besoknya langsung dikerjakan, sekarang berbanding terbalik karna rasa malas yang menggeliat. Tidak hanya untuk menyelesaikan misi ini aja semua yang mau dikerjakan terkendala semua. Belum lagi nanti sikecil lahir pastinya akan berubah lagi dalam mengelola manajemen waktu. 

Tapi karna dari awal sudah bertekad untuk belajar tentunya harus optimis untuk mengikuti dan mempelajari semua materi. 

2. Kesiapan 
Butuh energi dan tenaga untuk menjalankan kesiapan ini karna tanpa kesiapan .. istilahnya niat bagaimana belajar bisa dimulai. Terkadang niat ini buyar ditengah-tengah jalan dan akan naik lagi ketika siap memulai. 

Mudah-mudahan istiqomah selama pembelajaran nanti dan tetap menjaga emosi dan tetap sabar. 

#Prabunsay7
#TranscityHarmoni
#InstitutIbuProfesional
#IbuProfesionalforIndonesia
#SemestaKaryaUntukIndonesia
Read more ...»

Misi Ketiga

On Kamis, 08 Juli 2021 0 komentar

Perjalanan wisata bawah laut sudah kembali berlayar 🙂 begitu banyak wahana yang ditampilkan ketika kita berlayar ataupun menjelajahi wisata bawah laut ini bersama teman-teman dan pramuwiyata yang hebat juga. 

Di bunda sayang ini adalah sebuah tempat atau wadah yang terbaik untuk belajar seorang ibu yang terbaik untuk anaknya. 

Karna peran ibu itu sangat penting dan penting banget bahkan untuk masa depan bangsa .. dimana kalo saya gak belajar bagaimana nanti bangsa ini dengan generasi yang tidak mempunyai ilmu nantinya. 

Saya perempuan di era jaman belum adanya teknologi seperti sekarang ini, kenal hp udah SMA dan hp android sudah mau lulus kuliah (jadul banget kan) heheh .. 
Awal mula hp hanya alat komunikasi untuk bisa saling menyapa mulai dari SMS, tiba-tiba hadirlah pesan yang sering disebut dengan "wapri" dan sosmed yang bermunculan di masa sekarang dan dikenal oleh generasi zero. 

Jadi untuk menjadi ibu pasti ada tujuan dan target yang akan saya capai nantinya adalah 


1. Niat 
awal mula mengikuti IIP pasti adalah modal utamanya bismillah. 
2. Tekun 
tekun untuk menyimak, mendengar dan pastinya mau untuk mencari tahu 
3. Belajar 
sudah pastinya ini adalah yang terpenting, belajar dari teman-teman dan pramuwiyata adalah yang utama.
4. Bermanfaat 
bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain tentunya. 
5. Semangat 
modal yang tidak boleh lepas selama mengikuti perkuliahan ini, karna tanpa adanya semangat pasti akan lelah disetiap perjalanannya. 

Mudah-mudahan selalu istiqomah untuk terus belajar dan belajar mencari ilmu untuk bekal nanti ketika sikecil lahir. 


#Prabunsay7
#TranscituHarmoni
#InstitutIbuProfesional
#IbuProfesionalforIndonesia
#SemestaKaryaUntukIndonesia
Read more ...»

Misi Kedu

On Rabu, 30 Juni 2021 0 komentar

Untuk sampai disini sangatlah berliku ceritanya, awal mulai mengikuti matrikulasi #7 kemudian lanjut ke Transcity yang harus update FBG tapi karna memang gak pernah memakai FB jadi serasa kurang pengalaman dan tidak tahu gimana lagi terus setelah itu kemana lagi dan akhirnya sudah dimulailah FBG Taranscity disitulah ada kejadian dimana belum dapat NIM hehehh .. mau gak mau harus menunggu dan istirahtalah sejenak dari perkulihan. 

Alhamdulillah akhirnya bisa masuk di Transcity dan sekarang mengikuti pra-bunsay #7 bersama dengan teman-teman yang hebat juga. 

 


    Disetiap tempat belajar, organisasi ataupun tempat berkumpulnya orang-orang pasti ada namnay Core Value, begitu juga dengan di Ibu Profesional tentu pastinya ada Core Value dengan 5B nya. Dan kemarin sudah dijelaskan kembali oleh Mak Ika tentang Core Value di Ibu Profesional agar selama belajar menjadi seorang Ibu itu mempunyai tujuan yang jelas sesuai dengan Core Value. Selain itu mak Ika juga menjejali sedikit untuk kita "Strng Why" nya selama belajar di bunsay ini. 

     Aku mengikuti IIP bukan lain karna aku akan menjadi seorang istri dan ibu yang pastinya sangat dibutuhkan oleh suami dan anak. Dimana lagi aku belajar karna tidak ada jurusan ibu rumah tangga dalam sekolah formal dan alhamdulillahnya di IIP memberikan tempat dan wadaah bagi perempuan-perempuan yang menjdai ibu untuk bergabung dan bersama belajar untuk menajdikan anak sebagai generasi penerus dimasa depan. 

    Yang menjadi "Strong Why" aku selama disini adalah .. aku seorang ibu tempat pertama belajar anak sebelum kelak dia belajar di dunia luar. Menjadi ibu yang mempunyai bekal terlebih dahululah yang sangat diutamakan untuk tujuan tersebut. Disinilah tempat dimana seorang ibu belajar mengenalkan anak kepada Tuhannya dan parenting lainnya. Memang sudah banyak parenting-parenting yang ditawarkan tetapi tidaklah kita bisa belajar langsung dari ahlinya dan teman-teman lainnya. 

    Dan pasti tanggung jawab aku sebagai ibu tidaklah mudah .. karna membekali ilmu kepada anak dari dalam kandungan sampai dia tumbuh dewasa nantinya. Agar mampu bisa bersaing dan menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia. 

    Dari tulisan-tulisan inilah bisa aku buka kembali dan nanti akan aku ceritakan kepada anakku suatu saat nnati, kalau ibunya pernah belajar di tempat yang sangat benar bersama dengan ibu-ibu yang hebat dari daerah mana saja di Indonesia. 

 

#Misi2prabunsay7
#TranscityHarmoni
#InstitutIbuProfesional
#IbuProfesionalForFoundation
#SemestaKaryaUntukIndonesia

 

Read more ...»

Penerapan CoC

On Kamis, 24 Juni 2021 0 komentar

Alhamdulillah saya berhasil melalui keliling pantai di Transicity sebelum akhirnya berlabuh di Pra Bunsay #7 di Pantai Bentang Petualang 🙂. Di sini saya akan bermain Pantai Bentang Petualang yang diawali dengan bawah laut, kedengarannya seruuu .. berpetualang bawah laut. Sudah tentu kita tahu bagaimana berpetualang pasti membutuhkan persiapan, begitu juga dengan kita yang belajar di Ibu Profesional pasti akan bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah yang pasti akan berkomunitas ke depannya. Sama dengan petualan yang butuh persiapan .. berkomunitas kita juga butuh persiapan. Seperti apa persiapannya?? 

Di Ibu Profesional kita mendapatkan pedoman yang disebut dengan Code Of Conduct (CoC) atau perilaku bermartabat. Kedengarannya berat, tetapi di Ibu Profesional semua boleh kecuali yang tidak dibolehkan. 

Seperti halnya kita sekolah atau berorganisasi pasti ada aturan yang berlaku, begitu juga di Ibu Profesional ada aturan yang dibolehkan dan tidak diperbolehkan untuk menjaga keutuhan dan keseimbangan mahasiswanya. Dan pastinya di Ibu Profesional juga ada hukuman dan konsekuensi apabila ada salah satu mahasiswanya melanggar aturan yang sudah ditetapkan. 


Sudah dijelaskn di Ibu Profesional ada tiga pedoman dalam berperilaku yang dicantumkan dalam CoC, antara lain : 

1. Perilaku Bermanfaat

Tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang menaikkan harkat dan martabat kemanusiaan.

2. Berbagi dan Melayani 

Sikap yang dimiliki sejak awal bergabung di komunitas adalah untuk berkontribusi baik secara material maupun immaterial. Bisa beruap ilmu, tenaga, maupun pikiran serta keinginan yang kuat untuk melayani yang lain. 

3. Integritas Tinggi

Perilaku yang menunjukkan karakter IIP secara utuh dan memegang kuat etika dalam kehidupan berkomunitas.

Menurut saya penerapan CoC adalah dimana kita mempunyai adab untuk belajar dan selalu menjaga pedoman berprilaku yang sudah di cantumkan. Karna tanpa adab seseorang yang mempunyai ilmu lebih tidak akan kokoh karna tidak adab terlebih dahulu. 

Dimana seorang ibu adalah arsitek peradaban. Darinyalah akan lahir sosok yang menjadi generasi lanjutan. Dari tangan lah akan terlahir model generasi masa datang. Sangatlah penting peran seorang ibu, jadi memperbaiki diri sebagai seorang ibu itu terus dan terus karna perannya tidak hanya untuk keluarga tetapi lingkungan sekitar.


#Misi1prabunsay7

#TranscityHarmoni

#InstitutIbuProfesional

#Ibu ProfesionalForIndonesia 

#SemestaKaryaUntukIndonesia


Read more ...»

Misi Panggung Ketiga

On Selasa, 02 Februari 2021 0 komentar

Dengan tema "Menemukan Aku yang Baru" .. sama seperti bayi yang baru lahir menemukan dunia baru. 

Menjadi seorang istri, ibu dan perempuan akan mengalami ujian ketika sudah menginjakkan kaki di sebuah rumah yang dinamakan rumah tangga. Dimana tugas yang biasanya hanya seputar diri sendiri akan beralih ke suami, anak dan rumah. Seorang perempuan yang dulunya ketika masih sendiri energik dan mandiri harus mulai bergantung bersama suami. 

Biasanya kita bisa mengurus sendiri sekarang semua harus ada bagian-bagian dan selesai dimana kita seorang perempuan yang bekerja pasti akan berfikir untuk menitipkan atau mempunyai baby sister untuk mengasuh anak. Tetapi anak adalah titipan dari Allah yang harus kita didik sesuai dengan fitrah kita seorang orang tua. Kewajiban kita adalah mendidik apalagi seorang ibu adalah madrasah pertama buat anak-anak kita. Mulai dari dalam kandungan sampai mereka tumbuh besar dan sekolah. 

Ibu bahagia akan memberikan dampak yang istimewa buat anak untuk bahagia dan tersenyum dengan perlakuan dan belaian serta kasih sayang seorang ibu yang selalu ada. 

Berbanggalah kita sebagai perempuan yang menjadi ibu 🙂 


#Transcity
#Ibu_Profesional
#HotelMentari
Read more ...»

Misi Panggung Ceria Kedua

On Rabu, 20 Januari 2021 0 komentar

Sudah satu bulan lebih tidak menulis ataupun mengerakkan jari kembali disini. Karena selain libur sekolah juga libur akhir tahun jadi untuk pembelajaran di Ibu Pembelajaran juga libur sementara. Untuk Misi Kedua di Hotel Mentari ini sangat menarik untuk ditinggalkan karena materinya sangat dibutuhkan oleh seorang ibu dan seorang pengajar seperti saya ini. Karena saya mengajar di sekolah yang pasti ada disetiap kelasnya anak yang "spesial" ini. 
Anak Berkebutuhan Khusus atau biasa disebut dengan (ABK) tetapi di sekolah saya disebut dengan (IBK) Insan Berkebutuhan Khusus. ABK adalah anak yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak pada umumnya mulai dari mental, emosi ataupun fisik. Dengan kata lain anak spesial 🙂. 

Untuk anak ABK sendiri sekolah tidak harus di sekolah yang khusus tetapi bisa di sekolah formal dengan pendampingan dari seorang terapis (kalo di sekolah saya disebutnya guru IST), jadi guru mendampingi anak diberbagai aktivitasnya mulai dari belajar, bermain dan kegiatan outbond. 

Untuk itu digambarkan dengan "Tiga Segitiga Emas" peran dari Orang tua, Sekolah dan Medis atau terapis. Untuk masuk ke jenjang sekolah harus ada peran orang tua dalam menyiapkannya mulai dari, 

1. Lingkungan yang kondusif
2. Keuangan 
3. Peran dari orang tua 
4. Dukungan keluarga
5. Ilmu

Inilah yang harus disiapkan dari orang tua untuk ABK ketika memasuki sekolah. 

Cerita sedikit dengan ABK di sekolah saya 🙂 .. saya mengajar dua kali di Sekolah Alam dan mempunyai cerita tersendiri dengan ABK. Di sekolah pertama saya di posisikan di kelas 6 sebagai guru kelas dan ada 3 ABK dengan 1 pendamping. Apakah guru kelas harus lepas tangan? Tidak guru kelas tetap mendampingi walaupun tidak seintens guru pendamping. Suatu ketika ngobrol dengan salah satu ABK dan dia divonis "Autis" badannya bongsor dan menjulang tinggi tetapi dia baik hati dengan guru dan temannya dan memiliki ketrampilan membuat sound atau merakit sound sendiri. ABK selalu mempunyai ketrampilan atau kepintaran yang tersembunyi dibalik kespesialannya 🙂. 

Dan anak ABK itu selalu ngangenin jadi selalu baiklah dan menerimalah ABK sebagai tempat belajar kita ^^ 


#TranscityHarmoni
#IbuProfesional
#HotelMentari
Read more ...»